Sejarah

“HIJRAH”

Sejarah terbentuknya pengurus SAPUHI beserta LOGO nya
“GUNA MENGAKHIRI DUALISME KEPEMIMPINAN DI ASPHURINDO ANTARA SYAM RESFIADI DAN MAGNATIS CHAIDIR, SELURUH PENGURUS ASPHURINDO DI BAWAH KEPEMIMPINAN SYAM RESFIADI MEMUTUSKAN UNTUK MEMBUAT SEBUA ASOSIASI BARU YANG BERNAMA SARIKAT PENYELENGGARA UMROH HAJI INDONESIA (SAPUHI).

Bertema “Hijrah”, Musyawarah Nasional I SAPUHI dilaksanakan di hotel Hotel Holiday Inn, Kemayoran, pada 5-6 Juli lalu. Agenda utamanya yakni, pengukuhan pengurus detinitif untuk periode 2018-2013. Tiga nama muncul dalam pencalonan ketua umum yaitu : Alfa Edison Haji (Alfa Tours), Syam Resfiadi (Patuna Travel), dan Yasin Hidayat (Azzam Mecca Tour & Travel). Adapun nama yang disebut kedua terpilih sebagai ketum SAPUHI untuk masa kerja lima tahun pertama.

“Pada MUNAS pertama SAPUHI ini, kami sengaja menggunakan tema ‘HIJRAH’. Bersama semua stakeholder penyelenggaraan umrah dan haji, kami ingin menuju kearah yang lebih baik dari sebelumnya,” ucap Syam kepada wartawan yang hadir. “SAPUHI ingin menjadi asosiasi yang berwibawa dan disegani. Kami tidak mengharapkan ada lagi pengambilan organisasi yang bersifat individual dan kesewenang-wenangan seperti kemarin. Keberadaan SAPUHI mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan perwakilan Arab Saudi. Insya Allah amanah ini dapat kami jalankan bersama dengan sebaik mungkin,” tutur pria yang menjabat sebagai direktur utama PT Patuna Mekar Jaya.

Dalam struktur kepengurusan SAPUHI 2018-2023, Syam akan dibantu oleh Alfa Edison Haji sebagai Wakil Ketua I, dan Yasin Hidayat di posisi Wakil Ketua II. Sementara itu, Muhammad Riza Palupi (Albis Nusa Wisata) ditunjuk sebagai Sekretaris Jendral. Sedangkan pos bendahara dipercayakan kepada Hj. Christ Maharani Handayani (Edipeni Travel). Di samping itu, dibentuk pula dua dewan yang juga bakal menopang asosiasi, yaitu Dewan Penasehat, yang dikepalai Ahmad Arifin (Zhafirah Travel), dan Dewan Pengawas, yang dipimpin oleh Agus Sofyan (Castourindo). Lalu, empat bidang secara spesifik pun dibentuk yaitu : Bidang Dalam Negri, Bidang Luar Negri, Bidang Usaha dan Koperasi, serta Bidang Kesekretariatan, Sumber Daya Manusia, IT, dan Organisasi. Masing-masing bidang tersebut diketuai oleh : Mubarak AZ (Rafa Lintas Cakrawala), Muaz bin Ghafuri (Sultan Barakah), Syafruddin Mualla (Ratu Indonesia Travel), dan Yoga Pramadhana (Tima Wisata).

Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi VIII DPR RI, Muhammad Ali Taher Parasong. Selain Ali, pengukuhan ini juga dihadiri sejumlah tamu penting lain : Ketua Muassasah Asia Tenggara, Syaikh Muhammad Indragiri, perwakilan Kementrian Agama, duta besar negara-negara Asia, dan beberapa pihak maskapai penerbangan.

“Kami menyambutan baik kehadiran SAPUHI. Kami berikan dukungan. Silakan bekerja sebaik-baiknya. Ingat, yang terpenting jalankan STAF (Shidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah),” kata Ali saat menyampaikan sambutan. “Saya melihat keinginan teman-teman SAPUHI sangat besar untuk melakukan upaya hijrah atau perbaikan. Ya, itu sangat esensial guna memunculkan kembali kepercayaan masyarakat akan penyelenggara haji dan umrah yang akhir-akhir ini mengalami kemerosotan,” tutur dia.

Pernyataan Ali tersebut berbanding lurus dengan misi yang diusung SAPUHI, yakni mewujudkan penyelenggaraan ibadah umrah, haji khusus dan inbound Indonesia yang bertanggung jawab, amanah, nyaman, dan profesional dengan berpedoman Al-Quran dan sunnah Rasulullah SAW. Sebagai asosiasi penyelenggara haji dan umrah termuda di Indonesia, SAPUHI juga menjamin bahwa anggota yang dipayunginya terbebas dari kasus pelanggaran UU Menteri Agama No. 8 tahun 2018 tentang Haji dan Umrah. Dengan modal tersebut, ketua Bidang Usaha dan Koperasi, Syafruddin Mualla, pun meyakini bahwa SAPUHI mampu membangun kembali kepercayaan masyarakat pada travel haji dan umrah. “Kami berkomitmen untuk menjadi asosiasi yang berwibawa dan profesional. Itu visi kami. Kami ingin menjaga kepercayaan umat muslim yang ingin beribadah ke Tanah Suci Makkah,” tutur Mualla. Maka dari itu, program awal SAPUHI adalah merapikan kelengkapan internal karena asosiasi ini memang tengah dalam masa transisi. Apalagi, musim haji yang menyertai tentu bakal bikin masing-masing agen travel memasuki periode sibuk.

Upaya awal itu sekaligus untuk meminimalisir agen travel abal-abal yang semakin menjamur. Masih ingat kan kasus penipuan paling heboh pada 2017? Ya, First Travel. Terbaru, skandal nyaris serupa juga melibatkan Abu Tours. Mencegah SAPUHI disisipi agen travel “nakal”, Syam memastikan pihaknya telah menyempurnakan tata cara pengelolaan sistem keanggotaan. Baik terkait penerimaan maupun pencabutan status keanggotaan. Kebijakan ketat diterapkan, dimana keputusan pencabutan keanggotan akan dikonsultasikan kepada dewan pengamat dan atas usulan dewan pengurus. “Ini adalah upaya kami untuk menindak tegas anggota yang terbukti melanggar,” ujar Syam.

Tercatat, kini SAPUHI menaungi 118 anggota. Masing-masing terdiri dari 117 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), 50 Biro Perjalanan Wisata (BPW), dan 21 Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Memang, tidak semua anggota SAPUHI merupakan agen perjalanan haji dan umrah. Namun, harus diakui, mayoritas dari unsur asosiasi ini adalah PPIU dan PIHK.

Berangkat dari fakta tersebut lah desain logo SAPUHI tercipta. Kbah ditonjolkan sebagai lambang utama beserta elemen-elemen yang membalutnya yang menyimpan filosofi satu persatu. Kabah, bangunan suci yang menjadi kiblat sholat, bermakna kesatuan tujuan arah umat islam dalam beribadah kepada Allah SWT. Dua padi bermakna kesejahteraan anggota yang berlandaskan Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW. Padi yang berada di kiri dan kanan tersebut masing-masing berjumlah sembilan padi, dan jika disandingkan akan menghasilkan angka kembar yang sama jumlahnya dengan Asmaul Husna. Sementara warna hitam mengartikan kekuatan dan keagungan. Warna dasar putih berhikmah kesucian. Sedangkan sentuhan warna emas menandakan kejayaan. Melihat cara pembentukan hingga tata kelola yang telah ditempuh, terlihat haluan SAPUHI bukan melulu soal bisnis. Lebih dari itu, hajat jemaah lah yang menjadi nomor wahid bagi Syam Resfiadi dan kawan-kawan.